Global searching is not enabled.
Skip to main content
Forum

Diskusi 4

Tugas pertemuan 4 prinsip multimedia menurut Mayer

Tugas pertemuan 4 prinsip multimedia menurut Mayer

by ABIZAR AMARULLAH - Number of replies: 0

Prinsip-prinsip multimedia menurut Richard E. Mayer adalah pedoman untuk merancang materi pembelajaran multimedia yang efektif. Prinsip-prinsip ini didasarkan pada cara kerja otak manusia dalam memproses informasi. Berikut adalah deskripsi dan pengaplikasian dari prinsip-prinsip yang disebutkan: 

Koherensi (Coherence)

Deskripsi: Peserta didik belajar lebih baik ketika materi yang tidak relevan dihilangkan dari presentasi multimedia.

Pengaplikasian: Hindari menambahkan kata-kata, gambar, atau suara yang tidak berhubungan dengan materi pelajaran. Misalnya, dalam video pembelajaran tentang fotosintesis, jangan menyertakan musik latar yang mengganggu atau gambar-gambar tumbuhan yang tidak relevan. 

Signaling

Deskripsi: Peserta didik belajar lebih baik ketika petunjuk visual atau isyarat ditambahkan untuk menyoroti informasi penting.

Pengaplikasian: Gunakan panah, sorotan, atau teks tebal untuk menarik perhatian pada poin-poin kunci dalam diagram atau teks. 

Redundancy

Deskripsi: Peserta didik belajar lebih baik dari gambar dan narasi (suara) daripada dari gambar, narasi, dan teks di layar secara bersamaan.

Pengaplikasian: Jika Anda menggunakan video dengan narasi, hindari menempatkan teks yang sama persis dengan narasi di layar. Teks di layar sebaiknya hanya digunakan untuk poin-poin penting atau label. 

Spasial Kontiguity (Spatial Contiguity)

Deskripsi: Peserta didik belajar lebih baik ketika kata-kata dan gambar yang terkait disajikan berdekatan satu sama lain di layar.

Pengaplikasian: Letakkan label teks tepat di samping bagian diagram yang dijelaskan, bukan di bagian bawah halaman. 

Temporal Kontiguity (Temporal Contiguity)

Deskripsi: Peserta didik belajar lebih baik ketika kata-kata dan gambar yang terkait disajikan secara bersamaan, bukan berurutan.

Pengaplikasian: Dalam video, pastikan narasi (suara) dan animasi atau gambar yang relevan muncul pada waktu yang sama. 

Segmentasi (Segmentation)

Deskripsi: Peserta didik belajar lebih baik ketika materi multimedia yang panjang dibagi menjadi segmen-segmen yang lebih kecil dan dapat dikontrol.

Pengaplikasian: Bagi video pembelajaran yang panjang menjadi beberapa bab atau bagian yang lebih pendek, sehingga peserta didik dapat mencerna informasi sedikit demi sedikit. 

Modalitas (Modality)

Deskripsi: Peserta didik belajar lebih baik dari animasi dan narasi (kata-kata yang diucapkan) daripada dari animasi dan teks di layar.

Pengaplikasian: Gunakan narasi untuk menjelaskan visual atau animasi, daripada meminta peserta didik membaca teks di layar yang dapat membebani saluran visual mereka. 

Multimedia

Deskripsi: Peserta didik belajar lebih baik dari kata-kata dan gambar daripada dari kata-kata saja.

Pengaplikasian: Selalu gunakan kombinasi teks dan visual (gambar, diagram, video) untuk menjelaskan konsep, bukan hanya mengandalkan teks. 

Personalisasi (Personalization)

Deskripsi: Peserta didik belajar lebih baik ketika kata-kata disajikan dalam gaya percakapan yang lebih santai daripada gaya formal.

Pengaplikasian: Gunakan bahasa yang lebih personal dan langsung dalam narasi atau teks, seperti menggunakan "Anda" atau "kita", untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik.