Nama:Ridho Bima Suliantoro
NIM: 230121600565
Universitas Negeri Malang
Prinsip-Prinsip Desain Multimedia menurut Richard E. Mayer (2009)
-
Prinsip Multimedia
Pembelajaran akan lebih efektif jika informasi disajikan dalam bentuk kata dan gambar, bukan kata saja.
→ Contoh: Video pembelajaran yang memadukan narasi dengan ilustrasi atau animasi konsep. -
Prinsip Kontiguitas (Contiguity Principle)
Informasi verbal (teks atau narasi) dan visual (gambar atau animasi) sebaiknya ditempatkan berdekatan secara spasial dan disajikan bersamaan secara temporal.
→ Contoh: Dalam e-learning, teks penjelasan ditampilkan di samping gambar, dan narasi muncul bersamaan dengan animasi. -
Prinsip Modalitas (Modality Principle)
Informasi lebih mudah dipahami jika penjelasan diberikan melalui audio dibandingkan teks tertulis di layar.
→ Contoh: Gunakan suara narator untuk menjelaskan diagram daripada teks panjang di bawah gambar. -
Prinsip Redundansi (Redundancy Principle)
Hindari menyajikan narasi audio dan teks yang isinya sama secara bersamaan, karena dapat membebani memori kerja.
→ Contoh: Jika video sudah memiliki narasi, tampilkan hanya poin penting, bukan seluruh teks narasi. -
Prinsip Koherensi (Coherence Principle)
Hapus elemen-elemen yang tidak relevan seperti musik, gambar, atau animasi dekoratif agar fokus belajar tidak terganggu.
→ Contoh: Hindari menambahkan efek suara atau gambar latar yang tidak berhubungan dengan materi pelajaran. -
Prinsip Penandaan (Signaling Principle)
Gunakan penekanan visual seperti warna, panah, atau highlight untuk menuntun perhatian peserta didik pada informasi penting.
→ Contoh: Beri warna kuning pada istilah utama atau gunakan animasi garis bawah saat menjelaskan bagian penting. -
Prinsip Segmentasi (Segmenting Principle)
Materi lebih mudah dipahami jika disajikan dalam bagian-bagian kecil (segmen) dibanding satu presentasi panjang.
→ Contoh: Bagi video pembelajaran menjadi beberapa subtopik dengan durasi 3–5 menit. -
Prinsip Pra-pelatihan (Pre-training Principle)
Peserta belajar lebih baik jika mereka sudah memahami istilah atau konsep dasar sebelum masuk ke materi utama.
→ Contoh: Berikan glosarium atau pengantar konsep sebelum memulai simulasi interaktif. -
Prinsip Personalisasi (Personalization Principle)
Gunakan gaya bahasa percakapan agar siswa merasa lebih terlibat dan termotivasi.
→ Contoh: Narator menggunakan kalimat seperti, “Sekarang mari kita lihat bagaimana proses ini terjadi.” -
Prinsip Suara (Voice Principle)
Gunakan suara manusia alami untuk menyampaikan informasi agar terasa lebih menarik dan mudah dipahami.
→ Contoh: Video edukatif menggunakan narasi suara asli, bukan suara robot atau sintetis. -
Prinsip Gambar (Image Principle)
Menampilkan gambar pengajar di layar tidak selalu meningkatkan hasil belajar, terutama jika tidak relevan dengan isi.
→ Contoh: Fokus pada tampilan materi, bukan wajah pengajar, kecuali diperlukan untuk interaksi. -
Prinsip Perwujudan (Embodiment Principle)
Karakter virtual atau tutor animasi yang memiliki gerakan tubuh alami dan ekspresif dapat meningkatkan keterlibatan siswa.
→ Contoh: Dalam aplikasi interaktif, avatar guru menunjuk ke elemen penting atau tersenyum saat memberikan umpan balik.