Global searching is not enabled.
Skip to main content
Forum

Diskusi 4

tugas pertemuan 4

tugas pertemuan 4

by RIDHO BIMA SULIANTORO PUTRA - Number of replies: 0

Nama:Ridho Bima Suliantoro
NIM: 230121600565
Universitas Negeri Malang

Prinsip-Prinsip Desain Multimedia menurut Richard E. Mayer (2009)

  1. Prinsip Multimedia
    Pembelajaran akan lebih efektif jika informasi disajikan dalam bentuk kata dan gambar, bukan kata saja.
    → Contoh: Video pembelajaran yang memadukan narasi dengan ilustrasi atau animasi konsep.

  2. Prinsip Kontiguitas (Contiguity Principle)
    Informasi verbal (teks atau narasi) dan visual (gambar atau animasi) sebaiknya ditempatkan berdekatan secara spasial dan disajikan bersamaan secara temporal.
    → Contoh: Dalam e-learning, teks penjelasan ditampilkan di samping gambar, dan narasi muncul bersamaan dengan animasi.

  3. Prinsip Modalitas (Modality Principle)
    Informasi lebih mudah dipahami jika penjelasan diberikan melalui audio dibandingkan teks tertulis di layar.
    → Contoh: Gunakan suara narator untuk menjelaskan diagram daripada teks panjang di bawah gambar.

  4. Prinsip Redundansi (Redundancy Principle)
    Hindari menyajikan narasi audio dan teks yang isinya sama secara bersamaan, karena dapat membebani memori kerja.
    → Contoh: Jika video sudah memiliki narasi, tampilkan hanya poin penting, bukan seluruh teks narasi.

  5. Prinsip Koherensi (Coherence Principle)
    Hapus elemen-elemen yang tidak relevan seperti musik, gambar, atau animasi dekoratif agar fokus belajar tidak terganggu.
    → Contoh: Hindari menambahkan efek suara atau gambar latar yang tidak berhubungan dengan materi pelajaran.

  6. Prinsip Penandaan (Signaling Principle)
    Gunakan penekanan visual seperti warna, panah, atau highlight untuk menuntun perhatian peserta didik pada informasi penting.
    → Contoh: Beri warna kuning pada istilah utama atau gunakan animasi garis bawah saat menjelaskan bagian penting.

  7. Prinsip Segmentasi (Segmenting Principle)
    Materi lebih mudah dipahami jika disajikan dalam bagian-bagian kecil (segmen) dibanding satu presentasi panjang.
    → Contoh: Bagi video pembelajaran menjadi beberapa subtopik dengan durasi 3–5 menit.

  8. Prinsip Pra-pelatihan (Pre-training Principle)
    Peserta belajar lebih baik jika mereka sudah memahami istilah atau konsep dasar sebelum masuk ke materi utama.
    → Contoh: Berikan glosarium atau pengantar konsep sebelum memulai simulasi interaktif.

  9. Prinsip Personalisasi (Personalization Principle)
    Gunakan gaya bahasa percakapan agar siswa merasa lebih terlibat dan termotivasi.
    → Contoh: Narator menggunakan kalimat seperti, “Sekarang mari kita lihat bagaimana proses ini terjadi.”

  10. Prinsip Suara (Voice Principle)
    Gunakan suara manusia alami untuk menyampaikan informasi agar terasa lebih menarik dan mudah dipahami.
    → Contoh: Video edukatif menggunakan narasi suara asli, bukan suara robot atau sintetis.

  11. Prinsip Gambar (Image Principle)
    Menampilkan gambar pengajar di layar tidak selalu meningkatkan hasil belajar, terutama jika tidak relevan dengan isi.
    → Contoh: Fokus pada tampilan materi, bukan wajah pengajar, kecuali diperlukan untuk interaksi.

  12. Prinsip Perwujudan (Embodiment Principle)
    Karakter virtual atau tutor animasi yang memiliki gerakan tubuh alami dan ekspresif dapat meningkatkan keterlibatan siswa.
    → Contoh: Dalam aplikasi interaktif, avatar guru menunjuk ke elemen penting atau tersenyum saat memberikan umpan balik.