Nama : Kharina Ratna Dewanti
NIM : 230121602028
UNIVERSITAS NEGERI MALANG
berikut prinsip pembelajaran multimedia menurut Richard E. Mayer beserta penerapannya:
-
Koherensi (Coherence Principle)
Deskripsi: Hilangkan informasi yang tidak relevan agar fokus pada inti materi.
Penerapan: Jangan tambahkan musik, animasi, atau teks yang tidak mendukung materi utama. -
Sinyal (Signaling Principle)
Deskripsi: Gunakan penanda visual untuk menyoroti bagian penting.
Penerapan: Tambahkan panah, warna, atau penebalan teks untuk menunjukkan poin utama. -
Redundansi (Redundancy Principle)
Deskripsi: Hindari menggabungkan teks tertulis dan narasi yang sama secara bersamaan.
Penerapan: Gunakan narasi audio untuk menjelaskan gambar, tanpa menampilkan teks yang sama di layar. -
Kontiguitas Spasial (Spatial Contiguity Principle)
Deskripsi: Letakkan teks dan gambar yang saling berhubungan secara berdekatan.
Penerapan: Dalam diagram, teks penjelas diletakkan di samping bagian yang dijelaskan, bukan terpisah. -
Kontiguitas Temporal (Temporal Contiguity Principle)
Deskripsi: Sajikan gambar dan narasi secara bersamaan, bukan bergantian.
Penerapan: Saat animasi bergerak, narasi dijalankan pada waktu yang sama. -
Segmentasi (Segmenting Principle)
Deskripsi: Bagi materi menjadi bagian-bagian pendek agar mudah dipahami.
Penerapan: Buat video pembelajaran berdurasi singkat per subtopik, bukan satu video panjang. -
Pra-pelatihan (Pre-training Principle)
Deskripsi: Beri penjelasan awal tentang istilah dan konsep penting sebelum materi utama.
Penerapan: Awali pelajaran dengan glosarium istilah atau pengantar singkat. -
Modalitas (Modality Principle)
Deskripsi: Gunakan audio untuk menjelaskan visual dibandingkan teks tertulis.
Penerapan: Narasi suara menjelaskan animasi proses ilmiah, bukan teks di layar. -
Multimedia (Multimedia Principle)
Deskripsi: Kombinasi kata dan gambar lebih efektif daripada kata saja.
Penerapan: Gunakan teks singkat dengan ilustrasi, bukan paragraf panjang. -
Personalitas (Personalization Principle)
Deskripsi: Gunakan gaya bahasa percakapan agar lebih menarik.
Penerapan: Gunakan sapaan seperti “ayo kita pelajari...” bukan bahasa formal pasif. -
Suara (Voice Principle)
Deskripsi: Gunakan suara manusia yang alami.
Penerapan: Gunakan rekaman suara guru, bukan suara robot atau sintetis. -
Gambar (Image Principle)
Deskripsi: Gambar wajah pembicara tidak selalu meningkatkan pemahaman.
Penerapan: Fokus pada visual yang relevan dengan isi materi, bukan menampilkan wajah narator.