Siklus Air untuk Anak SD
1. Kesesuaian dengan Prinsip CTML
Video ini menjelaskan proses siklus air melalui animasi, narasi suara, dan teks penjelas singkat.
Sebagian besar elemen sesuai dengan prinsip Dual Channel (penggunaan saluran visual dan auditori) dan Temporal Contiguity (gambar dan narasi muncul bersamaan).
Namun, masih ada sedikit pelanggaran prinsip Coherence, karena beberapa animasi tambahan (misalnya hewan lucu yang tidak relevan) dapat mengganggu fokus.
2. Identifikasi Jenis Beban Kognitif
|
Jenis Beban Kognitif |
Deskripsi |
Contoh pada Media |
|
Essential Processing |
Beban alami dari pemrosesan informasi penting yang perlu dipahami. |
Memahami tahapan siklus air (evaporasi, kondensasi, presipitasi). |
|
Extraneous Processing |
Beban tambahan akibat desain media yang tidak efektif. |
Animasi tambahan dan musik latar yang terlalu ramai. |
|
Generative Processing |
Upaya aktif siswa mengintegrasikan informasi ke dalam skema pengetahuan. |
Siswa mencoba mengaitkan siklus air dengan kejadian hujan di lingkungan mereka. |
Desain Aplikasi Prinsip CTML
Bentuk: 1 Slide Infografis – “Siklus Air”
Isi Slide (Deskripsi Storyboard):
- Judul besar: “Siklus Air: Dari Laut ke Awan dan Kembali Lagi!”
- Gambar utama: Ilustrasi sederhana siklus air (panah menunjukkan arah proses).
- Label teks singkat:
- Evaporasi
- Kondensasi
- Presipitasi
- Infiltrasi
Highlight warna kuning pada kata kunci setiap tahap.
- Narasi singkat (opsional): Dapat disertakan suara penjelasan ringan selama siswa melihat slide.
Prinsip Mayer yang Diterapkan
- Dual Channel Principle – Menggabungkan teks visual (infografis) dan audio narasi, agar informasi diserap lewat dua saluran (visual + auditori).
- Signaling Principle – Menggunakan warna dan ikon untuk menyorot poin penting, membantu siswa fokus pada bagian utama.
- (Tambahan) Coherence Principle – Menghindari elemen tidak relevan (tanpa musik keras atau animasi berlebihan).