Sebuah tim pengembang sedang merancang aplikasi “SehatKita”, platform layanan kesehatan digital yang menyediakan fitur pendaftaran pasien, konsultasi daring, dan akses riwayat medis. Pada tahap awal, tim diminta membuat wireframe digital sebagai rancangan antarmuka utama. Menurut Anda, bagaimana cara desainer menentukan tata letak, hierarki informasi, dan elemen navigasi agar wireframe tersebut tidak hanya fungsional, tetapi juga mudah dipahami dan menarik bagi pengguna dari berbagai usia?
Forum Pertemuan 7 (Dosen : Anita Ratnasari)
Number of replies: 23Tata Letak: Gunakan Grid System yang konsisten dan banyak White Space untuk mengurangi beban kognitif dan meningkatkan keterbacaan, penting bagi pengguna lintas usia. Fitur utama (Konsultasi, Pendaftaran) harus diposisikan Above-the-Fold dan menggunakan Z-Pattern untuk panduan mata yang efisien.
Hierarki Informasi: Prioritaskan konten berdasarkan tugas. Gunakan perbedaan ukuran font dan kontras warna yang tinggi untuk menyoroti CTA dan data penting (misalnya, janji temu) agar mudah dipindai. Kelompokkan informasi terkait menggunakan Prinsip Kedekatan Gestalt.
Navigasi: Terapkan Bottom Navigation Bar untuk akses cepat ke fitur inti (3-5 item). Pastikan setiap ikon navigasi disertai Label Teks yang jelas. Sertakan indikator kemajuan (Progress Indicator) pada alur multi-langkah agar pengguna tidak tersesat.
Re: Forum Pertemuan 7 (Dosen : Anita Ratnasari)
by NABIL CAHYA PANGESTU JATI -Menentukan Tata Letak (Layout)
Gunakan prinsip grid system
Gunakan susunan berbasis kolom (misalnya 12 grid) agar konten tersusun rapi dan konsisten di berbagai perangkat.
Menyusun Hierarki Informasi
Tentukan prioritas konten
Informasi utama seperti “Mulai Konsultasi” harus muncul lebih menonjol dibandingkan fitur tambahan.
Merancang Elemen Navigasi
Gunakan navigasi yang konsisten
Letakkan menu utama di posisi familiar (misalnya di bawah layar pada versi mobile).
Berikut adalah cara desainer dapat menentukan ketiga elemen kunci tersebut dengan fokus pada audiens yang beragam :
1. Tata Letak (Layout):
Bersih & Konsisten: Gunakan banyak white space (ruang kosong) agar tidak penuh sesak.
Target Sentuh Besar: Buat tombol dan area klik cukup besar, terutama untuk lansia.
2. Hierarki Informasi:
Prioritaskan Kebutuhan: Info terpenting (misal "Mulai Konsultasi") diletakkan di atas atau dibuat paling besar.
Kontras Visual: Gunakan ukuran dan ketebalan font berbeda untuk memandu mata (Judul > Sub-judul > Teks).
Bahasa Sederhana: Hindari jargon medis. Gunakan "Riwayat Medis" bukan "Rekam Medis Elektronik".
3. Elemen Navigasi:
Pola Standar: Gunakan Tab Bar (menu) di bagian bawah layar yang sudah familiar bagi pengguna.
Ikon + Teks: Selalu gunakan label teks di bawah ikon (misal: Ikon Rumah + "Beranda"). Jangan andalkan ikon saja.
CTA Jelas: Tombol aksi utama (seperti "Daftar" atau "Bayar") harus paling menonjol.
Tata letak perlu disusun secara rapi dan seimbang menggunakan grid, dengan ruang kosong yang cukup agar tampilan tidak terasa padat. Elemen penting seperti tombol pendaftaran atau konsultasi sebaiknya ditempatkan di posisi yang mudah terlihat, misalnya di bagian atas atau tengah layar.
Hierarki informasi harus jelas, dengan ukuran teks, warna, dan posisi yang membedakan antara informasi utama dan tambahan. Fitur yang paling sering digunakan, seperti “Konsultasi” atau “Riwayat Medis”, harus lebih menonjol agar pengguna langsung tahu fokus utama aplikasi.
Sementara itu, elemen navigasi perlu dibuat sederhana dan konsisten di setiap halaman, menggunakan ikon dan label teks yang mudah dikenali. Hal ini penting agar pengguna dari berbagai usia tidak bingung saat berpindah fitur.
Menurut saya saat membuat wireframe untuk aplikasi “SehatKita” itu, desainer harus memikirkan tiga hal utama: tata letak, hierarki informasi, dan navigasi, agar pengguna dari segala umur bisa paham dan nyaman menggunakannya.
-
Tata letak (layout):
Desainer sebaiknya pakai tampilan yang simpel dan rapi. Misalnya, di halaman utama ada menu utama di bagian bawah (seperti aplikasi-aplikasi modern sekarang), terus di tengah bisa ada tombol besar untuk fitur utama seperti“Konsultasi Sekarang” atau “Daftar Pasien Baru”. Jangan terlalu banyak teks atau ikon kecil agar tidak membuat pengguna bingung, terutama buat pengguna yang sudah lanjut usia. -
Hierarki informasi:
Urutan informasi harus jelas, fitur paling penting ditaruh paling atas atau paling gampang diakses. Misalnya, fitur konsultasi dan riwayat medis bisa dibuat lebih menonjol daripada pengaturan akun. Bisa juga pakai ukuran font dan warna yang beda untuk menandakan mana yang lebih penting. Selain itu, karena target penggunanya semua umur, maka gunakan desain universal. Gunakan warna kontras tinggi agar mudah dibaca oleh lansia. Hindari istilah teknis yang rumit, gunakan bahasa sederhana seperti “Daftar Pasien” daripada “Registrasi Akun Medis”. -
Elemen navigasi:
Navigasi harus intuitif, atau gampang dimengerti walau baru pertama kali buka. Gunakan ikon yang umum (misalnya ikon rumah buat “Beranda”, ikon kalender buat “Janji Temu”), dan tambahkan teks biar nggak ambigu. Kalau bisa, kasih indikator posisi pengguna (misalnya, lagi di halaman mana) biar nggak tersesat.
Re: Forum Pertemuan 7 (Dosen : Anita Ratnasari)
by MUHAMMAD RIZAL IBRAHIM -Tata Letak Sederhana
Atur elemen penting di area tengah/atas, jangan terlalu penuh. Satu layar fokus untuk satu fungsi.
Hierarki Informasi Jelas
Gunakan ukuran teks dan penempatan untuk menunjukkan mana yang paling penting. Beri ruang kosong agar tidak terlihat padat.
Navigasi Mudah Dipahami
Gunakan ikon yang umum (rumah, chat, profil) dan beri label teks. Letakkan menu utama di bagian bawah agar mudah dijangkau.
Biasanya, desainer akan memulai dengan mengidentifikasi fitur utama yang paling sering digunakan seperti pendaftaran pasien, konsultasi daring, dan akses riwayat medis lalu menempatkannya di posisi yang mudah dijangkau, misalnya di bagian tengah layar atau navigasi bawah. Tombol-tombol penting dibuat mencolok dan diberi label yang jelas agar pengguna langsung tahu apa yang harus dilakukan.
Hierarki informasi dibangun dengan memanfaatkan ukuran teks, warna, dan posisi elemen. Informasi yang paling penting ditampilkan lebih besar dan lebih terang, sementara detail tambahan disusun lebih ringkas. Navigasi pun dibuat konsisten, dengan ikon yang familiar seperti rumah untuk beranda, dokter untuk konsultasi, dan dokumen untuk riwayat medis.
Karena pengguna bisa berasal dari berbagai usia, desainer juga harus memperhatikan aksesibilitas misalnya dengan memilih font yang cukup besar, kontras warna yang baik, dan bahasa yang sederhana. Ilustrasi ringan dan tone warna yang menenangkan seperti biru atau hijau bisa membantu menciptakan kesan aman dan bersahabat.
Tujuan akhirnya adalah membuat pengguna merasa dipandu, bukan ditantang. Wireframe yang baik akan memberi kesan bahwa aplikasi ini mudah digunakan, bahkan oleh mereka yang baru pertama kali mencoba layanan kesehatan digital.
1.Tata Letak:
Dalam menentukan tata letak, desainer sebaiknya menggunakan susunan yang rapi dan konsisten, misalnya dengan grid layout. Elemen penting seperti logo, tombol utama, dan menu diletakkan di area yang mudah dilihat dan dijangkau pengguna. Tampilan beranda harus menampilkan fitur utama seperti “Konsultasi Daring” dan “Riwayat Medis” agar pengguna langsung memahami fungsi aplikasi.
2.Hierarki Informasi:
Hierarki informasi perlu disusun berdasarkan tingkat kepentingan. Informasi utama ditampilkan di bagian atas atau tengah layar, sedangkan informasi tambahan seperti profil dan pengaturan dapat ditempatkan di bagian sekunder. Penggunaan ukuran teks, ikon, dan warna kontras juga membantu pengguna membedakan elemen yang paling penting.
3.Navigasi:
Navigasi harus dibuat sederhana dan mudah dipahami oleh semua umur. Penggunaan ikon yang familiar seperti rumah untuk beranda atau dokter untuk konsultasi akan memudahkan pengguna. Selain itu, navigasi bawah (bottom bar) cocok digunakan karena mudah dijangkau oleh ibu rumah tangga, pelajar, hingga lansia.
Re: Forum Pertemuan 7 (Dosen : Anita Ratnasari)
by BAGAS PRASETYO HADI UTOMO -Ketika menentukan tata letak dan cara penyusunan informasi, fitur utama seperti pendaftaran pasien, konsultasi online, dan riwayat medis sebaiknya berada di bagian yang mudah dicapai, seperti tengah atau bawah layar.
Informasi penting harus mudah dilihat tanpa perlu menggeser layar terlalu jauh.
Untuk bagian navigasi, gunakan menu yang konsisten dengan ikon dan label yang jelas, seperti Beranda,Konsultasi,dan Profil.
Selain itu, melakukan pengujian terhadap wireframe dengan pengguna dari berbagai usia sangat penting agar tampilan dan alur penggunaannya benar-benar mudah dipahami.
Pertama, tata letak harus dibuat sederhana dan teratur. Fitur utama seperti pendaftaran pasien, konsultasi online, dan riwayat medis diletakkan di bagian yang mudah dilihat.
Kedua, hierarki informasi harus jelas. Gunakan ukuran tulisan, warna, dan ikon yang berbeda supaya pengguna langsung tahu mana yang paling penting.
Ketiga, navigasi dibuat sesederhana mungkin, misalnya dengan menu Beranda, Konsultasi, Riwayat, dan Profil. Gunakan ikon yang mudah dikenali dan tombol yang cukup besar agar mudah digunakan semua usia.
Jadi, kuncinya adalah membuat wireframe yang fungsional tapi tetap simpel, jelas, dan nyaman untuk semua pengguna.
1. Tata Letak (Layout): Desainer menggunakan pola yang sudah dikenal (familiar) oleh pengguna, tidak membuat tata letak yang aneh. Mereka memberi banyak spasi putih agar antarmuka "lega" dan tidak sempit. Tombol-tombol penting dibuat besar dan mudah dijangkau (Hukum Fitts).
2. Hierarki Informasi (Urutan Penting): Mereka menentukan satu aksi utama per halaman (misalnya, tombol "Konsultasi Sekarang" dibuat paling menonjol). Informasi paling penting (seperti nama pasien) diletakkan di kiri atas, tempat mata pertama kali melihat. Hierarki ditunjukkan lewat ukuran font (judul paling besar, teks isi paling kecil).
3. Navigasi (Menu): Pilihan terbaik adalah Navigasi Tab di Bawah (Bottom Tab Bar), karena mudah dijangkau ibu jari dan selalu terlihat. Poin paling kritis: selalu gunakan Ikon dan Label Teks (misal: ikon ❤️ di bawahnya ada teks "Riwayat Medis"). Ini krusial agar pengguna dari segala usia, terutama lansia, tidak bingung. Menu tersembunyi (seperti menu hamburger) dihindari untuk fitur penting.
Menurut saya, agar wireframe aplikasi “SehatKita” mudah dipahami dan nyaman digunakan oleh pengguna dari berbagai usia, desainer perlu memperhatikan tiga hal utama: tata letak, hierarki informasi, dan navigasi.
Pada bagian tata letak, tampilan harus rapi dan seimbang dengan menggunakan grid system agar elemen tersusun dengan baik. Fitur penting seperti “Daftar Pasien”, “Konsultasi Daring”, dan “Riwayat Medis” sebaiknya ditempatkan di area yang mudah dijangkau, terutama di versi ponsel. Penggunaan ruang kosong (white space) juga penting agar tampilan tidak terlalu padat.
Dari sisi hierarki informasi, desainer perlu menonjolkan elemen utama seperti jadwal konsultasi atau tombol utama melalui ukuran teks, warna, dan ikon yang jelas. Bahasa yang digunakan juga harus sederhana agar mudah dipahami semua kalangan.
Untuk navigasi, sebaiknya dibuat sederhana, misalnya dengan bottom navigation bar berisi ikon dan label seperti “Beranda”, “Konsultasi”, “Riwayat”, dan “Profil”. Desain juga perlu memperhatikan aksesibilitas seperti ukuran tombol besar, kontras tinggi, dan teks alternatif bagi pengguna dengan gangguan penglihatan.
Terakhir, setelah wireframe selesai, penting dilakukan uji coba pada berbagai kelompok usia agar desain yang dihasilkan benar-benar fungsional, ramah, dan mudah digunakan oleh siapa pun.
Desainer perlu menata posisi setiap bagian di layar supaya pengguna tidak bingung.
Contohnya:
Tombol utama seperti “Daftar Pasien”, “Konsultasi Daring”, dan “Riwayat Medis” diletakkan di bagian tengah atau bawah layar agar mudah dijangkau.
Gunakan ruang kosong (white space) yang cukup supaya tampilan tidak terasa penuh.
Hindari terlalu banyak tulisan atau ikon kecil yang sulit dibaca.
2. Mengatur Hierarki Informasi
Hierarki informasi artinya mengatur mana informasi yang paling penting agar pengguna langsung tahu harus mulai dari mana.
Misalnya:
Judul atau menu utama dibuat lebih besar dan tebal.
Gunakan warna atau ikon sederhana untuk menandai hal penting (seperti jadwal konsultasi atau status kesehatan).
Informasi tambahan seperti pengaturan akun atau bantuan bisa disimpan di bagian bawah atau menu samping.
3. Mendesain Elemen Navigasi
Navigasi adalah jalan bagi pengguna berpindah dari satu halaman ke halaman lain.
Agar mudah dipahami:
Gunakan menu bawah (bottom navigation) dengan ikon yang umum, misalnya gambar rumah untuk “Beranda”, stethoscope untuk “Konsultasi”, dan folder untuk “Riwayat”.
Pastikan setiap tombol langsung menuju halaman yang sesuai tanpa langkah rumit.
Tambahkan teks di bawah ikon agar pengguna dari semua usia tahu fungsinya.
4. Membuatnya Menarik dan Ramah untuk Semua Usia
Gunakan warna lembut dan kontras cukup, misalnya biru muda dan putih agar mata tidak cepat lelah.
Pilih huruf yang mudah dibaca (seperti Poppins atau Arial) dengan ukuran yang cukup besar.
Tambahkan sedikit ilustrasi atau ikon agar tampilan lebih hidup, tapi jangan terlalu ramai.
1. Tata Letak (Layout)
- Gunakan Pola Familiar: Mengikuti pola baca alami (kiri-ke-kanan, atas-ke-bawah) agar intuitif.
- Prioritaskan "Whitespace": Memberi banyak ruang kosong agar antarmuka terlihat bersih, tidak penuh, dan mengurangi kebingungan.
- Konsisten: Menjaga letak elemen (seperti tombol "Kembali" atau judul) tetap sama di setiap halaman.
2. Hierarki Informasi
- Tentukan Fokus Utama: Menampilkan informasi terpenting (misal, "Mulai Konsultasi") sebagai elemen terbesar dan paling menonjol di layar.
- Gunakan Kontras & Ukuran: Membedakan prioritas informasi menggunakan font tebal, ukuran, atau warna.
- Kelompokkan Info Terkait: Menyatukan data yang berhubungan (misal, detail riwayat medis) dalam satu area visual (seperti "kartu").
3. Elemen Navigasi
- Selalu Gunakan Teks + Ikon: Menghindari kebingungan dengan memberi label teks yang jelas pada semua ikon di menu (misal, "Beranda", "Konsultasi").
- Navigasi Persisten: Menggunakan bottom tab bar (menu di bagian bawah) agar pengguna bisa berpindah fitur utama kapan saja.
- Tombol (CTA) Jelas: Membuat tombol aksi (seperti "Daftar" atau "Bayar") sangat terlihat dengan warna kontras dan teks yang spesifik.
Tata Letak: Gunakan Grid System yang konsisten dan banyak White Space untuk mengurangi beban kognitif dan meningkatkan keterbacaan, penting bagi pengguna lintas usia. Fitur utama (Konsultasi, Pendaftaran) harus diposisikan Above-the-Fold dan menggunakan Z-Pattern untuk panduan mata yang efisien.
Hierarki Informasi: Prioritaskan konten berdasarkan tugas. Gunakan perbedaan ukuran font dan kontras warna yang tinggi untuk menyoroti CTA dan data penting (misalnya, janji temu) agar mudah dipindai. Kelompokkan informasi terkait menggunakan Prinsip Kedekatan Gestalt.
Navigasi: Terapkan Bottom Navigation Bar untuk akses cepat ke fitur inti (3-5 item). Pastikan setiap ikon navigasi disertai Label Teks yang jelas. Sertakan indikator kemajuan (Progress Indicator) pada alur multi-langkah agar pengguna tidak tersesat.
-
Menentukan Tujuan Utama Pengguna
Identifikasi kebutuhan utama pengguna, seperti mendaftar, berkonsultasi, atau melihat riwayat medis. Hal ini membantu menentukan elemen apa yang harus ditampilkan di halaman utama. -
Membuat Tata Letak yang Sederhana dan Terstruktur
Gunakan grid atau pembagian area yang jelas untuk memudahkan pengguna mengenali fungsi setiap bagian. Pastikan tombol penting seperti “Daftar Pasien” atau “Konsultasi Daring” mudah ditemukan tanpa harus menggulir terlalu jauh. -
Menetapkan Hierarki Informasi yang Jelas
Gunakan ukuran teks, ikon, dan warna untuk menonjolkan informasi utama. Misalnya, tombol tindakan utama (CTA) dibuat lebih besar dan kontras dibanding elemen lainnya. -
Menggunakan Navigasi yang Intuitif
Letakkan menu di posisi yang familiar, seperti bagian bawah atau atas layar. Gunakan ikon universal (misalnya ikon rumah untuk beranda, ikon pesan untuk konsultasi) agar mudah dipahami lintas usia. -
Mempertimbangkan Keterbacaan dan Aksesibilitas
Gunakan font yang mudah dibaca, kontras warna yang cukup tinggi, serta ukuran elemen yang nyaman untuk disentuh, terutama bagi pengguna lansia. -
Menjaga Keseimbangan antara Fungsionalitas dan Estetika
Gunakan warna lembut, ilustrasi sederhana, dan ruang kosong (white space) agar tampilan terasa bersih, tidak membingungkan, dan tetap menarik bagi semua kelompok usia.