LMS-SPADA INDONESIA

Selamat datang di mata kuliah Desain UI/UX! Kami sangat senang dapat bekerja sama dalam pembelajaran kolaboratif antara Universitas Dian Nusantara dan Universitas Pembangunan Jaya. Melalui kolaborasi ini, Anda akan mempelajari proses desain digital yang relevan dengan kebutuhan industri modern dan berorientasi pada pengalaman pengguna.
Semoga perjalanan belajar ini memberikan pengalaman bermakna dan membantu mempersiapkan Anda menjadi profesional di bidang desain antarmuka yang inovatif, efektif, dan human-centered.
Anita Ratnasari, S.Kom, M.Kom.
Prodi Teknik Informatika, Universitas Dian Nusantara
Muhammad Patria, S.T, M.M.S.I.
Prodi Teknik Informatika, Universitas Dian Nusantara
Riny Nurhajati, S.T, M.T.I.
Prodi Informatika, Universitas Pembangunan Jaya
Dea Andini Andriati, S.Kom, M.M.S.I.
Prodi Teknik Informatika, Universitas Dian Nusantara
Mata kuliah ini membahas prinsip dasar desain antarmuka pengguna (UI) dan pengalaman pengguna (UX) dengan pendekatan user-centered design serta metodologi Design Thinking. Mahasiswa akan mempelajari proses desain mulai dari memahami kebutuhan pengguna, melakukan ideasi, membuat wireframe, prototipe, hingga pengujian usability.
Mahasiswa juga akan mengembangkan kemampuan teknis dan profesional melalui studi kasus, praktik kolaboratif, dan penyusunan dokumentasi desain yang representatif.
Peta Alur CPMK
Rencana Pertemuan
Aktivitas Belajar (16 Pertemuan)

Selamat datang mahasiswa! Berikut adalah informasi resmi mengenai Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang menjadi panduan utama perkuliahan selama satu semester penuh.
RPS memuat tujuan pembelajaran, materi, metode belajar, strategi evaluasi, hingga jadwal pertemuan. Membaca RPS secara menyeluruh akan membantu Anda mengikuti perkuliahan dengan lebih terarah, efisien, dan maksimal.
📘 Silakan unduh dan pelajari dokumen RPS sebelum perkuliahan dimulai.
Mata Kuliah Desain UI/UX
Halo teman-teman! Tugas besar kali ini adalah laporan proyek akhir yang akan menjadi hasil karya utama kalian di mata kuliah Desain UI/UX.
Pada tugas ini, kalian akan mengerjakan sebuah proyek desain yang dimulai dari:
Pastikan dalam laporan kalian menjelaskan setiap tahapan yang sudah dikerjakan, tantangan yang dihadapi, serta solusi desain yang kalian ambil. Di akhir perkuliahan, kalian akan mempresentasikan proyek ini di depan kelas.
Fokus utama: kejelasan proses, kualitas desain, dan alasan di balik setiap keputusan desain.

Berikut ini merupakan contoh hasil karya mahasiswa pada semester sebelumnya dalam mata kuliah Desain UI/UX. Karya-karya ini dapat menjadi inspirasi serta referensi bagi Anda dalam mengembangkan proyek desain di semester ini.
Perhatikan bagaimana konsep user research, wireframe, visual design, dan prototyping diterapkan secara sistematis dan profesional. Gunakan contoh ini untuk meningkatkan kualitas perencanaan, validasi, serta visualisasi desain Anda. Jika terdapat hal yang belum dipahami, silakan ajukan pertanyaan melalui forum diskusi.

Pertemuan 1 - 15
“Silakan lakukan pengecekan dan submit berkas tugas Anda dengan cermat, sesuai dengan nama dosen pengampu yang tertera.”
• Kerjakan dan unggah tugas Anda sesuai tenggat waktu yang ditentukan.
Contoh dan Panduan untuk menyusun Ide Tugas Proyek Akhir (link)

Pada pertemuan ini, mahasiswa akan memahami konsep dasar Design Thinking sebagai pendekatan inovatif dalam menyelesaikan masalah desain antarmuka (UI) dan pengalaman pengguna (UX). Mahasiswa diperkenalkan pada sejarah, tujuan, serta pentingnya Design Thinking dalam pengembangan produk digital modern.
Memahami pengguna
Merumuskan masalah
Menghasilkan ide solusi
Membuat rancangan awal
Melakukan pengujian
Materi Pertemuan 2 – Design Thinking for UI/UX
Mata Kuliah: User Experience (UX) Design


Materi ini membahas tahapan Empathize sebagai pondasi krusial dalam Design Thinking. Mahasiswa akan dilatih membangun pemahaman mendalam mengenai pengguna dengan melihat dunia dari perspektif mereka. Fokus utama mencakup pengenalan kebutuhan eksplisit dan implisit, serta pemahaman konteks emosional dan sosial.

Fokus Akademik: Mahasiswa dilatih menanggalkan bias agar solusi digital lebih relevan, inklusif, dan tepat sasaran.
Mahasiswa mampu menerapkan metode Empathize untuk mengumpulkan user insights sebagai dasar perumusan kebutuhan desain pada tahapan berikutnya.
Pesan kunci: Desain yang efektif selalu berangkat dari pemahaman manusia.
Materi Pertemuan 3 – Design Thinking (Empathize)
Lakukan aktivitas sesuai instruksi. Terkait empathy map, silakan duplikasi file FigJam berikut. Terkait laporan, salin file Google Docs berikut. Silakan isi subbab terkait Tahapan Empathize, dan untuk tabel hasil wawancara, silakan isi di bagian Lampiran. Laporkan di forum terkait progress yang sudah dilakukan.
Semua aktivitas di atas wajib diselesaikan sesuai instruksi.
Mohon diperhatikan jadwal dan detail sesi.
| 🗓️ HARI/TANGGAL | ⏰ WAKTU (WIB) |
|---|---|
| Rabu, 24 September 2025 | 18.30 |
Silakan perhatikan poster terlampir di bawah ini untuk topik diskusi dan tautan pertemuan (jika ada).



Pada pertemuan ini, mahasiswa mempelajari tahapan Define dalam Design Thinking, yaitu proses menganalisis dan mensintesis temuan dari tahap Empathize untuk merumuskan Problem Statement yang jelas dan terfokus. Tahap ini membantu memastikan bahwa solusi yang akan dikembangkan benar-benar menjawab kebutuhan inti pengguna secara tepat, relevan, dan berdampak.
Problem Statement yang baik harus berpusat pada manusia, cukup spesifik namun tetap membuka ruang eksplorasi ide kreatif pada tahap berikutnya (Ideate).
Berikut adalah langkah-langkah aktivitas yang perlu dilakukan:
Semua aktivitas di atas wajib diselesaikan sesuai instruksi.

Menghasilkan Solusi Kreatif dan Menentukan Prioritas

Pada pertemuan ini, mahasiswa memasuki fase Ideate dalam proses Design Thinking untuk menghasilkan solusi kreatif dari permasalahan yang sudah didefinisikan. Kegiatan meliputi brainstorming, pengelompokan ide (Affinity Diagram), dan pemetaan prioritas menggunakan Impact-Effort Matrix untuk menentukan solusi paling berdampak dan realistis dikembangkan.
Impact-Effort Matrix
Mahasiswa mampu mengorganisasi ide secara sistematis, menentukan prioritas berdasarkan dampak dan usaha, serta memilih solusi yang paling relevan dan berdampak tinggi untuk dikembangkan ke tahap prototyping.
Berikut adalah langkah-langkah aktivitas yang perlu dilakukan:
Semua aktivitas di atas wajib diselesaikan sesuai instruksi.

Mengorganisasi Interaksi Pengguna Secara Logis
Pada pertemuan ini, mahasiswa mempelajari tahap lanjutan dari proses Design Thinking, yaitu penyusunan User Flow dan Task Flow sebagai representasi visual dari perjalanan pengguna dalam aplikasi. Mahasiswa menerjemahkan hasil ideasi menjadi diagram alur yang menggambarkan langkah-langkah pengguna dalam mencapai tujuan tertentu secara logis dan terstruktur.
Visualisasi User Flow & Task Flow
Mahasiswa memahami perbedaan antara User Flow, Task Flow, dan Wire Flow, serta pentingnya analisis aktivitas pengguna untuk menciptakan pengalaman yang efisien dan intuitif.
Rekomendasi Tools Kolaboratif:
FigJam, Draw.io, Whimsical, Overflow
Mahasiswa mampu mengorganisasi urutan interaksi pengguna secara logis dan berorientasi pada User-Centered Design.
Semua aktivitas di atas wajib diselesaikan sesuai instruksi.
Rabu, 15 Oktober 2025
Pukul 18.30

Wireframe Digital

Pertemuan ini membahas secara komprehensif konsep, prinsip, dan praktik pembuatan wireframe digital sebagai rancangan awal antarmuka pengguna dalam proses desain UX. Mahasiswa mempelajari bagaimana wireframe berperan sebagai jembatan antara analisis kebutuhan pengguna dan pengembangan visual produk, mulai dari pemahaman dasar, prinsip penyusunan, komponen penyusun, hingga penerapan pada berbagai tingkat fidelitas. Selain itu, pertemuan ini juga menekankan pemilihan tools digital yang tepat dan tahapan pembuatan wireframe secara sistematis agar hasil rancangan memiliki struktur yang logis, konsisten, serta siap dikembangkan ke tahap mockup dan prototype.
Semua aktivitas di atas wajib diselesaikan sesuai instruksi.
Mahasiswa diharapkan untuk mengerjakan Ujian Tengah Semester (UTS) ini dengan serius dan penuh tanggung jawab. Silakan perhatikan setiap soal dengan seksama dan pastikan jawaban ditulis sesuai dengan instruksi yang diberikan. Ujian ini bertujuan untuk mengukur pemahaman mahasiswa terhadap materi yang telah dipelajari hingga pertengahan semester.

CATATAN PENTING: Pastikan koneksi internet stabil saat mengerjakan ujian, dan kerjakan soal secara mandiri. Semoga sukses dan tetap semangat dalam mengikuti UTS ini!
Prinsip dan Praktik Desain Antarmuka Modern

Materi Desain Antarmuka Pengguna (User Interface/UI) memberikan pemahaman mendalam mengenai prinsip-prinsip utama dalam perancangan antarmuka yang efektif dan modern, mencakup elemen penting seperti layout, tipografi, warna, ikon, dan konsistensi visual. Mahasiswa mempelajari bagaimana menciptakan desain yang intuitif, estetis, serta fungsional sesuai kebutuhan pengguna.
Melalui pendekatan Design Thinking, mahasiswa dilatih untuk mengidentifikasi permasalahan, merancang solusi desain yang tepat, membuat prototipe antarmuka, serta melakukan proses uji coba dan evaluasi untuk meningkatkan aspek usability dan accessibility.
Di akhir pembelajaran, mahasiswa diharapkan mampu menghasilkan desain UI yang konsisten, responsif, ramah pengguna, dan selaras dengan prinsip User Experience (UX) secara optimal.
Semua aktivitas di atas wajib diselesaikan sesuai instruksi.
Pertemuan 9
Rabu, 5 November 2025
Pukul 18.30

Kuis terdiri dari 4 Pertanyaan Essay
Waktu Pengerjaan : 30 Menit
Kuis terdiri dari 4 Pertanyaan Essay
Waktu Pengerjaan : 30 Menit
Kuis terdiri dari 4 Pertanyaan Essay
Waktu Pengerjaan : 30 Menit
Kuis terdiri dari 4 Pertanyaan Essay
Waktu Pengerjaan : 30 Menit
Konsep, Struktur, dan Penerapan dalam UI/UX Modern

Pada pertemuan ini, mahasiswa mempelajari konsep, struktur, dan penerapan Design System sebagai fondasi utama dalam menjaga konsistensi visual dan perilaku antarmuka pengguna (User Interface). Materi mencakup pemahaman metodologi Atomic Design yang diperkenalkan oleh Brad Frost, meliputi tahapan atoms, molecules, organisms, templates, dan pages.
Selain itu, mahasiswa mempelajari sembilan elemen penting dalam Design System menurut Interaction Design Foundation, seperti component library, pattern library, style guide, design tokens, dan accessibility guidelines. Elemen-elemen ini berperan dalam membentuk sistem desain yang kohesif dan berkelanjutan.
Melalui pertemuan ini, mahasiswa diharapkan mampu menyusun Design System yang terstruktur, efisien, skalabel, dan berorientasi pada pengguna sebagai bagian dari praktik profesional dalam pengembangan produk digital modern.
Rabu, 12 November 2025
Pukul 18.30

Peran Bahasa sebagai Elemen Desain Antarmuka


Pertemuan ini membahas secara komprehensif peran bahasa dalam desain pengalaman pengguna melalui konsep UX Writing. Mahasiswa mempelajari bagaimana kata-kata berfungsi sebagai elemen desain yang memandu interaksi, membangun kejelasan, dan menciptakan pengalaman yang intuitif.
Materi mencakup pemahaman dasar UX Writing, prinsip penyusunan bahasa yang efektif, penggunaan microcopy dalam komponen antarmuka, pengelolaan voice dan tone sebagai identitas komunikasi produk, serta peran strategis UX Writer dalam tim pengembangan.
Melalui kajian konsep dan contoh praktis, pertemuan ini mendorong mahasiswa mampu menyusun teks antarmuka yang jelas, ringkas, konsisten, empatik, dan berorientasi pada pengguna.
Rabu, 26 November 2025
Pukul 18.30
Semua aktivitas di atas wajib diselesaikan sesuai instruksi.

Pertemuan ini membahas secara komprehensif proses evaluasi usabilitas dalam desain UI/UX sebagai tahap penting sebelum melakukan iterasi dan penyempurnaan desain. Mahasiswa mempelajari bagaimana menilai kualitas sebuah antarmuka melalui pendekatan berbasis ahli seperti Heuristic Evaluation, metode eksperimen seperti A/B Testing, Card Sorting, Eye Tracking, serta pengukuran berbasis pengguna seperti System Usability Scale (SUS), Single Ease Question (SEQ), dan User Experience Questionnaire (UEQ). Melalui berbagai teknik ini, mahasiswa mampu mengidentifikasi masalah usability secara lebih objektif, menganalisis data kualitatif dan kuantitatif, serta mengonversi temuan evaluasi menjadi perbaikan desain yang terarah, terukur, dan berorientasi pada peningkatan pengalaman pengguna. Pertemuan ini menekankan pentingnya siklus test – learn – improve sebagai pondasi utama dalam praktik desain yang profesional dan berbasis data.
Semua aktivitas di atas wajib diselesaikan sesuai instruksi.
Rabu, 3 Desember 2025
Pukul 18.30
Download modul berikut dan pelajari materi UX Study untuk pertemuan ini.

Pastikan Anda mendownload dan mempelajari modul sebelum mengikuti pertemuan.
Klik tombol di bawah ini untuk bergabung ke sesi Google Meet pertemuan 14.
Join Google MeetPastikan Anda bergabung tepat waktu sesuai jadwal pertemuan.
Pertemuan 15 difokuskan pada kemampuan menyampaikan dan mempertanggungjawabkan solusi desain secara profesional melalui presentasi yang terstruktur, meyakinkan, dan berorientasi pada audiens. Pada pertemuan ini dibahas peran presentasi dalam konteks UI/UX sebagai sarana menjelaskan proses perancangan, mengkomunikasikan temuan dan keputusan desain, serta membangun kepercayaan dan dukungan dari berbagai pemangku kepentingan. Pembahasan mencakup perancangan slide yang efektif, pemilihan kerangka presentasi, teknik penyampaian, hingga cara menangani umpan balik secara dewasa dan kolaboratif. Melalui pertemuan ini, peserta diharapkan memahami bahwa presentasi bukan sekadar aktivitas memaparkan hasil, tetapi merupakan bagian integral dari tanggung jawab profesional dalam memastikan solusi desain dipahami, dihargai, dan dapat ditindaklanjuti.