Prinsip Mayer
1. Koherensi : uang yang Tidak Perlu. contoh penerapannya : Hilangkan teks, gambar, atau suara yang tidak relevan dengan materi utama untuk mengurangi gangguan.
2. Signaling : Tandai yang Penting. contoh penerapannya : Gunakan isyarat visual (panah, tebal, warna) untuk menyoroti informasi kunci dan mengarahkan perhatian.
3. Redundansi : Jangan Ulangi Terlalu Banyak. contoh penerapannya : Hindari menyajikan narasi (suara) dan teks yang sama persis di layar secara bersamaan.
4. Spasial Kontiguitas : Dekatkan Teks dan Gambar. contoh penerapaannya : Letakkan label teks sedekat mungkin dengan gambar yang dijelaskannya. contoh penerapannya : Dalam infografis tentang anatomi tubuh, label teks untuk jantung, paru-paru, dll., harus ditempatkan tepat di samping atau menunjuk langsung ke organ yang bersangkutan, bukan dikumpulkan dalam daftar terpisah di bagian bawah halaman.
5. Temporal Kontiguitas : lebih baik menggunakan Suara dan Visual secara bersamaan. Sajikan narasi (suara) dan animasi/visual secara bersamaan (simultan). contoh penerapannya : Dalam video animasi yang menjelaskan proses fotosintesis, pastikan suara narator yang menjelaskan tahap "penyerapan karbon dioksida" muncul tepat saat animasi penyerapan karbon dioksida terlihat di layar, tidak mendahului atau tertinggal jauh.
6. Segmentasi : Bagi Jadi Bagian Kecil. contoh penerapannya : Pecah materi yang panjang menjadi segmen-segmen kecil yang dapat dikendalikan pembelajar (pause/next).
7. Modality : Gunakan Suara untuk Visual. contoh penerapannya : Lebih baik jelaskan visual (gambar/animasi) dengan narasi (suara) daripada dengan teks di layar.
8. Multimedia : Gabungkan Kata dan Gambar. contoh penerapannya : Gunakan teks/narasi dan gambar/visual secara bersamaan (dasar dari semua prinsip).
9. Personalisasi : Gunakan gaya bahasa yang komunikatif, santai, dan seolah berbicara langsung dengan pembelajar. contohnya Gunakan kalimat seperti: "Mari kita lihat bagaimana Anda bisa melakukan ini,"
LMS-SPADA INDONESIA