Nama: Risma Sintia
Program Studi: S1 Teknologi Pendidikan
Nim: 230121605066
OFFERING A
Deskripsi dan Pengaplikasian Prinsip-Prinsip Multimedia Menurut Mayer
1. Kohorensi (Coherence Principle)
Deskripsi: Prinsip ini menekankan agar hanya elemen yang relevan dengan tujuan pembelajaran yang dimasukkan ke dalam media, dan menghindari elemen yang tidak penting seperti musik, gambar dekoratif, atau teks berlebihan.
Penerapan: Dalam video pembelajaran, saya hanya menampilkan narasi dan gambar inti tanpa menambahkan efek suara atau animasi yang tidak perlu agar perhatian siswa tetap terfokus pada isi pelajaran.
2. Signaling (Penandaan Visual)
Deskripsi: Prinsip ini menekankan penggunaan tanda atau penekanan visual (seperti warna, panah, garis, atau huruf tebal) untuk menyoroti informasi penting.
Penerapan: Pada e-modul interaktif, saya menggunakan warna kuning terang dan ikon tanda seru untuk menandai istilah atau konsep utama agar siswa mudah mengenali bagian penting dari teks.
3. Redundancy (Redundansi)
Deskripsi: Prinsip ini menyarankan agar tidak menampilkan teks yang sama persis dengan narasi suara karena bisa menambah beban kognitif.
Penerapan: Dalam video pembelajaran, saya menampilkan gambar dan penjelasan suara dari narator, tanpa menuliskan seluruh kalimat narasi di layar.
4. Spasial Kontiguitas (Spatial Contiguity Principle)
Deskripsi: Informasi visual dan teks yang saling berkaitan sebaiknya diletakkan berdekatan agar mudah dihubungkan oleh siswa.
Penerapan: Pada infografis interaktif, setiap label nama bagian sistem pencernaan ditempatkan tepat di dekat gambar organ yang dimaksud sehingga siswa langsung memahami keterkaitannya.
5. Temporal Kontiguitas (Temporal Contiguity Principle)
Deskripsi: Informasi visual dan verbal sebaiknya disajikan secara bersamaan, bukan terpisah waktu, agar siswa dapat memproses keduanya secara sinkron.
Penerapan: Dalam video animasi, penjelasan suara tentang proses fotosintesis disajikan bersamaan dengan tampilan animasi tanaman, bukan setelah animasi selesai.
6. Segmentasi (Segmenting Principle)
Deskripsi: Materi yang kompleks sebaiknya dibagi menjadi beberapa segmen atau bagian pendek agar siswa dapat belajar secara bertahap.
Penerapan: Dalam e-learning, video dibagi menjadi beberapa klip pendek seperti “Pengantar”, “Langkah 1”, “Langkah 2”, dan “Evaluasi” agar siswa dapat mempelajari setiap bagian dengan jeda waktu.
7. Modalitas (Modality Principle)
Deskripsi: Siswa lebih mudah memahami informasi dari kombinasi visual dan narasi suara, dibanding dari visual dan teks tertulis yang panjang.
Penerapan: Dalam pembelajaran daring, guru menggunakan slide bergambar sambil menjelaskan secara lisan melalui rekaman suara, bukan dengan teks paragraf di layar.
8. Multimedia (Multimedia Principle)
Deskripsi: Pembelajaran menjadi lebih efektif ketika melibatkan kombinasi gambar dan teks atau narasi, dibanding hanya menggunakan teks.
Penerapan: Dalam pembuatan media interaktif, saya menggabungkan gambar, teks singkat, dan video penjelasan agar siswa memperoleh pemahaman lebih menyeluruh.
9. Personalisasi (Personalization Principle)
Deskripsi: Prinsip ini menekankan penggunaan bahasa yang bersifat personal, santai, dan komunikatif, agar siswa merasa lebih dekat dengan materi dan pengajar.
Penerapan: Dalam video pembelajaran, narator menggunakan gaya bahasa seperti “Yuk, kita pelajari bersama...” atau “Kalian pasti pernah melihat ini, kan?” untuk menciptakan suasana belajar yang ramah.