Global searching is not enabled.
Skip to main content
Forum

Diskusi 4

Tugas Pertemuan 4_Prinsip Mayer

Tugas Pertemuan 4_Prinsip Mayer

by ZHARIFAH MAULIDINA - Number of replies: 0

Nama : Zharifah Maulidina

Nim    : 230121605217

Asal    : Universitas Negeri Malang

Deskripsikan dan berikan pengaplikasiaanya Prinsip-prinsip Multimedia menurut Mayer: Kohorensi, Signaling, Redudancy, Spasial Kontiguity, Temporal Kontiguity, Segmentasi, Modality, Multimedia, dan Personalisasi!

  1. Prinsip Koherensi (Coherence Principle)
    • Deskripsi: Siswa belajar lebih baik jika materi yang tidak relevan, atau berlebihan dihilangkan daripada disertakan untuk mencegah beban kognitif yang tidak perlu dan berlebihan.
    • Pengaplikasian: Hapus musik latar yang tidak relevan, gambar/animasi, atau teks yang terlalu bertele-tele dan tidak berkaitan dengan tujuan pembelajaran cukup fokuskan pada informasi inti saja.

  2. Prinsip Sinyal (Signaling Principle)
    • Deskripsi: Siswa belajar lebih baik jika ada isyarat yang menarik perhatian pada informasi penting dan organisasi materi. Isyarat memandu pemrosesan informasi.
    • Pengaplikasian: Gunakan panah, garis bawah, cetak tebal, warna berbeda, atau bingkai untuk menyoroti kata kunci. Serta judul yang jelas untuk struktur.

  3. Prinsip Redundansi (Redundancy Principle)
    • Deskripsi: Siswa belajar lebih baik jika menggunakan animasi dan narasi saja daripada animasi, narasi, dan teks di layar yang muncul bersamaan. Menambahkan teks identik di layar (redundansi) dapat membebani saluran visual.
    • Pengaplikasian: Hindari menampilkan teks di layar yang sama dengan narasi yang sedang diucapkan (kecuali untuk subtitle). Gunakan narasi atau teks di layar, bukan keduanya secara simultan dan identik.

  4. Prinsip Kontinuitas Spasial (Spatial Contiguity Principle)
    • Deskripsi: Siswa belajar lebih baik ketika kata-kata diletakkan di dekat bagian gambar yang sesuai daripada jauh atau di halaman terpisah untuk mempermudah integrasi visual dan verbal.
    • Pengaplikasian: Letakkan label teks penjelasan sedekat mungkin dengan bagian diagram, grafik, atau gambar yang dideskripsikan. Hindari menempatkan di tempat yang jauh dari visual utama.

  5. Prinsip Kontinuitas Temporal (Temporal Contiguity Principle)
    • Deskripsi: Siswa belajar lebih baik ketika narasi dan animasi/video disajikan secara simultan daripada berurutan untuk mempromosikan pemrosesan informasi yang terintegrasi.
    • Pengaplikasian: Pastikan narasi audio tentang suatu proses disajikan tepat pada saat animasi yang menggambarkan proses tersebut sedang berjalan, bukan sebelum atau sesudahnya.

  6. Prinsip Segmentasi (Segmenting Principle)
    • Deskripsi: Siswa belajar lebih baik ketika materi multimedia yang panjang dibagi menjadi segmen-segmen kecil yang dapat dikendalikan oleh siswa sesuai kapasitas memori kerja.
    • Pengaplikasian: Berikan tombol "Lanjut" atau opsi navigasi kepada siswa untuk maju ke segmen berikutnya, bagi video menjadi bab-bab pendek.

  7. Prinsip Modalitas (Modality Principle)
    • Deskripsi: Siswa belajar lebih baik menggunakan gambar dan narasi (audio) daripada gambar dan teks di layar (visual) agar mendistribusikan informasi antara saluran pendengaran dan visual.
    • Pengaplikasian: Gunakan narasi suara untuk menjelaskan gambar, diagram, atau animasi, jangan hanya menggunakan teks panjang di layar di samping gambar untuk menghindari kelebihan beban saluran visual.

  8. Prinsip Multimedia
    • Deskripsi: Siswa belajar lebih baik jika menggunakan kata-kata dan gambar (multimedia) daripada hanya kata-kata (teks) saja untuk memanfaatkan kedua saluran kognitif (visual dan verbal).
    • Pengaplikasian: Ketika menjelaskan suatu proses, sertakan diagram, ilustrasi, atau animasi yang relevan bersamaan dengan teks penjelasan atau narasi, bukan hanya teks deskriptif.

  9. Prinsip Personalisasi (Personalization Principle)
    • Deskripsi: Siswa belajar lebih baik ketika kata-kata dalam materi disajikan dalam gaya percakapan (informal) daripada gaya formal (akademik). Gaya ini menciptakan suasana interaksi sosial.
    • Pengaplikasian: Gunakan bahasa orang pertama/kedua (misalnya, "Anda" atau "kami") dan nada yang akrab/ramah dalam narasi atau teks. Contoh: "Mari kita lihat bagaimana Anda bisa..." daripada "Diharapkan bagi pelajar untuk memperhatikan..."