Nama : Zharifah Maulidina
Nim : 230121605217
Asal : Universitas Negeri Malang
Deskripsikan dan berikan pengaplikasiaanya Prinsip-prinsip Multimedia menurut Mayer: Kohorensi, Signaling, Redudancy, Spasial Kontiguity, Temporal Kontiguity, Segmentasi, Modality, Multimedia, dan Personalisasi!
- Prinsip Koherensi (Coherence Principle)
- Deskripsi: Siswa belajar lebih baik jika materi yang tidak relevan, atau berlebihan dihilangkan daripada disertakan untuk mencegah beban kognitif yang tidak perlu dan berlebihan.
- Pengaplikasian: Hapus musik latar yang tidak relevan, gambar/animasi, atau teks yang terlalu bertele-tele dan tidak berkaitan dengan tujuan pembelajaran cukup fokuskan pada informasi inti saja.
- Prinsip Sinyal (Signaling Principle)
- Deskripsi: Siswa belajar lebih baik jika ada isyarat yang menarik perhatian pada informasi penting dan organisasi materi. Isyarat memandu pemrosesan informasi.
- Pengaplikasian: Gunakan panah, garis bawah, cetak tebal, warna berbeda, atau bingkai untuk menyoroti kata kunci. Serta judul yang jelas untuk struktur.
- Prinsip Redundansi (Redundancy Principle)
- Deskripsi: Siswa belajar lebih baik jika menggunakan animasi dan narasi saja daripada animasi, narasi, dan teks di layar yang muncul bersamaan. Menambahkan teks identik di layar (redundansi) dapat membebani saluran visual.
- Pengaplikasian: Hindari menampilkan teks di layar yang sama dengan narasi yang sedang diucapkan (kecuali untuk subtitle). Gunakan narasi atau teks di layar, bukan keduanya secara simultan dan identik.
- Prinsip Kontinuitas Spasial (Spatial Contiguity Principle)
- Deskripsi: Siswa belajar lebih baik ketika kata-kata diletakkan di dekat bagian gambar yang sesuai daripada jauh atau di halaman terpisah untuk mempermudah integrasi visual dan verbal.
- Pengaplikasian: Letakkan label teks penjelasan sedekat mungkin dengan bagian diagram, grafik, atau gambar yang dideskripsikan. Hindari menempatkan di tempat yang jauh dari visual utama.
- Prinsip Kontinuitas Temporal (Temporal Contiguity Principle)
- Deskripsi: Siswa belajar lebih baik ketika narasi dan animasi/video disajikan secara simultan daripada berurutan untuk mempromosikan pemrosesan informasi yang terintegrasi.
- Pengaplikasian: Pastikan narasi audio tentang suatu proses disajikan tepat pada saat animasi yang menggambarkan proses tersebut sedang berjalan, bukan sebelum atau sesudahnya.
- Prinsip Segmentasi (Segmenting Principle)
- Deskripsi: Siswa belajar lebih baik ketika materi multimedia yang panjang dibagi menjadi segmen-segmen kecil yang dapat dikendalikan oleh siswa sesuai kapasitas memori kerja.
- Pengaplikasian: Berikan tombol "Lanjut" atau opsi navigasi kepada siswa untuk maju ke segmen berikutnya, bagi video menjadi bab-bab pendek.
- Prinsip Modalitas (Modality Principle)
- Deskripsi: Siswa belajar lebih baik menggunakan gambar dan narasi (audio) daripada gambar dan teks di layar (visual) agar mendistribusikan informasi antara saluran pendengaran dan visual.
- Pengaplikasian: Gunakan narasi suara untuk menjelaskan gambar, diagram, atau animasi, jangan hanya menggunakan teks panjang di layar di samping gambar untuk menghindari kelebihan beban saluran visual.
- Prinsip Multimedia
- Deskripsi: Siswa belajar lebih baik jika menggunakan kata-kata dan gambar (multimedia) daripada hanya kata-kata (teks) saja untuk memanfaatkan kedua saluran kognitif (visual dan verbal).
- Pengaplikasian: Ketika menjelaskan suatu proses, sertakan diagram, ilustrasi, atau animasi yang relevan bersamaan dengan teks penjelasan atau narasi, bukan hanya teks deskriptif.
- Prinsip Personalisasi (Personalization Principle)
- Deskripsi: Siswa belajar lebih baik ketika kata-kata dalam materi disajikan dalam gaya percakapan (informal) daripada gaya formal (akademik). Gaya ini menciptakan suasana interaksi sosial.
- Pengaplikasian: Gunakan bahasa orang pertama/kedua (misalnya, "Anda" atau "kami") dan nada yang akrab/ramah dalam narasi atau teks. Contoh: "Mari kita lihat bagaimana Anda bisa..." daripada "Diharapkan bagi pelajar untuk memperhatikan..."