Global searching is not enabled.
Skip to main content
Forum

Diskusi 4

Tugas Pertemuan 4_Prinsip Mayer

Tugas Pertemuan 4_Prinsip Mayer

by FIDELA ADINDA PUTRI - Number of replies: 0
Nama : Fidela Adinda Putri
NIM : 230121607847
Universitas Negeri Malang
Deskripsikan dan berikan pengaplikasiannya prinsip-prinsip multimedia menurut Mayer: Kohorensi, Signaling, Redudancy, Spasial Kontiguity, Temporal Kontiguity, Segmentasi, Modality, Multimedia dan Personalisasi :
1. Prinsip Kohorensi (Coherence Principle)
Pembelajaran akan lebih efektif jika materi tidak memuat informasi, gambar, suara, atau teks yang tidak relevan dengan tujuan pembelajaran. Elemen tambahan yang tidak penting justru bisa mengganggu fokus siswa.
Saat membuat media pembelajaran di PowerPoint atau Quizizz, guru hanya menampilkan gambar dan teks yang berhubungan langsung dengan topik — misalnya, pada pelajaran “Siklus Air”, hanya menampilkan gambar proses penguapan dan hujan tanpa menambahkan musik latar atau animasi yang tidak mendukung penjelasan.
2. Prinsip Penandaan (Signaling Principle)
Menambahkan penanda visual atau verbal untuk menyoroti informasi penting membantu siswa memusatkan perhatian pada hal-hal utama.
Gunakan highlight, panah, warna berbeda, atau ikon penting dalam slide, video, atau kuis untuk menunjukkan bagian penting, seperti menandai istilah kunci “penguapan” dengan warna kuning atau memberi tanda panah ke bagian awan pada diagram siklus air.
3. Prinsip Redundansi (Redundancy Principle)
Pembelajaran lebih efektif jika penjelasan disampaikan melalui gambar dan narasi audio, bukan melalui gambar, narasi, dan teks tertulis yang sama secara bersamaan. Teks tertulis yang sama persis dengan narasi dapat membebani memori kerja.
Dalam video pembelajaran, hindari menampilkan teks panjang yang sama dengan narasi suara. Cukup gunakan poin-poin singkat di layar sementara guru menjelaskan dengan suara.
4. Prinsip Kedekatan Spasial (Spatial Contiguity Principle)
Informasi teks dan gambar yang saling berkaitan sebaiknya ditempatkan berdekatan di layar agar siswa tidak perlu mencari-cari keterkaitannya.
Pada slide tentang bagian-bagian tumbuhan, letakkan label “akar”, “batang”, “daun” langsung di dekat gambar bagiannya, bukan di daftar terpisah di bawah gambar.
5. Prinsip Kedekatan Temporal (Temporal Contiguity Principle)
Narasi dan animasi atau gambar yang relevan harus disajikan secara bersamaan, bukan terpisah waktu. Hal ini membantu siswa memproses hubungan antara keduanya.
Dalam video yang menjelaskan proses fotosintesis, narasi tentang “daun menyerap cahaya matahari” harus muncul bersamaan dengan animasi daun yang terkena sinar matahari, bukan setelahnya.
6. Prinsip Segmentasi (Segmenting Principle)
Materi yang kompleks sebaiknya dibagi menjadi bagian-bagian kecil (segmen) agar siswa dapat belajar sesuai ritme mereka.
Dalam video pembelajaran, bagi menjadi beberapa bagian pendek seperti:
Pengantar → Proses → Contoh → Evaluasi.
Atau di platform seperti Quizizz, buat kuis bertahap berdasarkan subtopik agar siswa tidak terbebani.
7. Prinsip Modality (Modality Principle)
Pembelajaran lebih efektif ketika gambar disertai narasi suara daripada gambar disertai teks tertulis, karena dua saluran kognitif (visual dan auditori) dapat digunakan secara seimbang.
Saat menjelaskan diagram atau peta konsep, gunakan suara (audio) untuk menjelaskan, bukan teks panjang di layar. Misalnya, guru menjelaskan “air menguap karena panas matahari” sambil menunjukkan animasinya.
8. Prinsip Multimedia (Multimedia Principle)
Siswa belajar lebih baik dari gabungan kata dan gambar daripada dari kata saja. Visualisasi membantu memperjelas konsep abstrak.
Gunakan gambar, diagram, atau animasi saat menjelaskan topik seperti “sistem peredaran darah” — bukan hanya teks. Misalnya, tunjukkan arah aliran darah menggunakan panah dan warna berbeda.
9. Prinsip Personalisasi (Personalization Principle)
Gaya penyajian yang lebih personal dan percakapan (bukan formal) dapat meningkatkan keterlibatan dan motivasi siswa.
Gunakan gaya bahasa yang ramah dan dekat seperti: “Ayo kita lihat bagaimana air bisa berubah jadi awan!”
daripada “Air mengalami proses penguapan menjadi awan.”