Global searching is not enabled.
Skip to main content
Forum

Diskusi 4

Tugas Pertemuan 4_Prinsip-Prinsip Multimedia Menurut Mayer

Tugas Pertemuan 4_Prinsip-Prinsip Multimedia Menurut Mayer

by SAKINAH RAMADANI - Number of replies: 0

1. Prinsip Koherensi, Prinsip ini menyatakan bahwa materi pembelajaran harus menghilangkan semua kata-kata, gambar, atau suara  yang tidak relevan atau berlebihan (bernilai dekoratif) yang dapat mengganggu dan membebani kognitif peserta didik (extraneous      load).
    Pengaplikasian:

  •  Pastikan semua elemen (teks, gambar, audio) berkontribusi langsung pada pemahaman konsep utama.
  •  Hindari penggunaan musik latar, suara yang tidak perlu, atau gambar dekoratif yang tidak menambah nilai instruksional.

2. Prinsip Signaling, Prinsip ini menekankan pentingnya memberikan isyarat atau menyoroti informasi dan bagian penting dari materi untuk memandu perhatian peserta didik pada poin-poin kunci yang relevan.
    Pengaplikasian:

  •  Gunakan fitur desain seperti teks tebal (bold), warna yang kontras, atau panah untuk menarik perhatian ke kata kunci atau   hubungan kausal dalam teks atau grafik.
  •  Berikan outline atau daftar poin-poin di awal materi.

3. Prinsip Redundancy, Pembelajaran lebih efektif ketika gambar dijelaskan dengan narasi lisan (audio) saja, BUKAN dengan narasi    lisan ditambah teks di layar yang persis sama. Duplikasi teks dan narasi membebani saluran visual dan auditori.
    Pengaplikasian:

  • Jika Anda menggunakan animasi atau grafik yang dinarasikan (suara), hindari menampilkan teks di layar yang menduplikasi narasi tersebut.
  • Gunakan teks di layar hanya untuk judul, label penting, atau caption singkat. (Pengecualian: Redundansi dapat membantu bagi pembelajar non-penutur asli atau materi teknis yang kompleks).

4. Prinsip Spacial Contiguity, Prinsip ini menyatakan bahwa pembelajaran lebih baik ketika kata-kata yang relevan diletakkan sedekat  mungkin secara fisik (ruang) dengan elemen visual (gambar, diagram) yang dijelaskannya.
    Pengaplikasian:

  • Tempatkan label teks tepat di samping bagian diagram atau grafik yang diacunya.
  • Hindari memaksa peserta didik mencari label di tempat yang jauh dari visual, seperti di halaman terpisah atau bagian bawah layar.

5. Prinsip Temporal Kontiguity, Pembelajaran lebih baik ketika kata-kata dan gambar yang relevan disajikan secara bersamaan  (sinkron) dalam waktu, bukan berturut-turut.
    Pengaplikasian:

  • Pastikan narasi audio diputar tepat pada saat munculnya animasi atau bagian visual yang relevan.
  • Hindari menampilkan grafik terlebih dahulu, kemudian baru menjelaskan narasinya di waktu yang terpisah.

6. Prinsip Segmentasi, Prinsip ini menganjurkan untuk membagi materi pembelajaran menjadi segmen-segmen kecil yang dapat    dikontrol oleh peserta didik, bukan disajikan sebagai aliran informasi yang berkelanjutan.
    Pengaplikasian:

  • Bagi materi yang panjang atau kompleks menjadi unit-unit, bab, atau sub-bagian yang logis.
  • Berikan tombol "Next/Lanjut" atau "Pause" agar peserta didik dapat mengontrol kecepatan belajar mereka dan memproses informasi di setiap segmen sebelum melanjutkan.

7. Prinsip Modality, Pembelajaran lebih efektif ketika animasi atau gambar dijelaskan dengan narasi lisan (audio), daripada dengan    teks tertulis di layar (untuk sebagian besar jenis materi). Ini memanfaatkan kedua saluran kognitif (visual dan auditori) secara                optimal.
    Pengaplikasian:

  • Ketika menjelaskan grafik atau proses yang divisualisasikan, gunakan suara narator (audio) sebagai pengganti blok teks panjang di layar.
  • Ini membantu mengurangi beban kognitif pada saluran visual.

8. Prinsip Multimedia, Ini adalah prinsip fundamental Mayer, yang menyatakan bahwa pembelajaran lebih baik disajikan dengan      menggunakan kata-kata DAN gambar daripada hanya kata-kata saja (teks murni).
    Pengaplikasian:

  • Selalu kombinasikan teks atau narasi dengan elemen visual (diagram, foto, grafik, animasi) yang relevan untuk memperjelas konsep.
  • Misalnya, gunakan peta atau infografis saat menjelaskan lokasi geografis atau proses ilmiah, bukan hanya deskripsi teks.

9. Prinsip Personalisasi, Pembelajaran akan lebih baik ketika kata-kata disajikan dalam gaya percakapan (informal), dibandingkan      dengan gaya yang sangat formal dan kaku. Gaya percakapan menciptakan rasa interaksi sosial.
    Pengaplikasian:

  • Gunakan bahasa yang lebih akrab dan seolah-olah sedang berdialog dengan peserta didik.
  • Gunakan bahasa orang pertama dan kedua, seperti "Anda," "kita akan melihat," atau "bayangkan jika Anda..." dalam narasi atau teks di layar.