Nama : Tsurayya Inayaturrahmah
NIM : 230121604272
Asal : Universitas Negeri Malang
TUGAS 4 Pendidikan Multimedia
Prinsip-prinsip Mayer dirancang untuk mengoptimalkan proses belajar dengan meminimalkan beban kognitif (cognitive load) yang tidak relevan dan memaksimalkan pemrosesan kognitif.
- Prinsip Koherensi: Peserta didik lebih baik belajar ketika komponen kata, gambar, dan suara yang tidak relevan dihilangkan. Agar mengurangi beban kognitif yang tidak diperlukan. Contoh penerapan: Hilangkan musik latar (backsound), ilustrasi yang tidak memperjelas, atau teks yang bertele-tele. Fokus hanya pada informasi inti yang mendukung tujuan pembelajaran. Fokus pada poin-poin penting dan sajikan dengan cara yang terstruktur
- Prinsip Signaling: Peserta didik belajar lebih baik ketika ditambahkan isyarat atau highlight pada materi bahan yang penting. Contoh penerapan: Gunakan huruf tebal, panah, garis besar, kotak, atau perubahan warna untuk menandai kata kunci, alur, atau hubungan antar ide dalam teks atau grafik/animasi.
- Prinsip Redundansi: Peserta didik belajar lebih baik dari grafik dan narasi daripada dari grafik, narasi, dan teks di layar. Menyajikan teks di layar yang sama dengan narasi sering kali berlebihan, membebani saluran visual. Contoh penerapan: Saat menggunakan animasi atau gambar yang dijelaskan melalui narasi audio, jangan menyertakan semua teks narasi di layar. Cukup tampilkan teks label atau kata kunci yang sangat singkat.
- Prinsip Kontiguitas Spasial: Peserta didik belajar lebih baik ketika kata-kata (teks) yang sesuai diletakkan dekat dengan gambar/visual yang terkait di halaman atau layar. Contoh penerapan: Letakkan label teks/keterangan persis di samping bagian dari illustrasi atau gambar yang dijelaskannya, bukan di bagian halaman yang terpisah.
- Prinsip Kontiguitas Temporal: Peserta didik belajar lebih baik ketika kata-kata (teks/narasi) dan gambar/animasi yang sesuai disajikan secara simultan (bersamaan), bukan berturut-turut. Contoh penerapan: Pastikan kata-kata (teks/narasi) dimulai tepat saat bagian gambar/visual/animasi yang dijelaskan muncul di layar, dan berakhir saat visual tersebut selesai.
- Prinsip Segmentasi: Peserta didik belajar lebih baik ketika presentasi multimedia dibagi menjadi beberapa segmen yang lebih kecil daripada satu presentasi yang panjang. Contoh penerapan: Bagi materi kompleks menjadi bagian-bagian (segmen) logis dan sediakan tombol Next atau Pause agar pembelajar dapat melanjutkan atau mengulang sesuai kecepatan belajarnya sendiri.
- Prinsip Modalitas: Peserta didik belajar lebih baik dengan presentasi multimedia yang menggunakan gambar dan suara daripada teks saja. Prinsip ini memanfaatkan dua saluran pemrosesan (visual untuk gambar dan audio/verbal untuk narasi). Contoh penerapan: Ketika ada banyak gambar atau animasi yang perlu dijelaskan, gunakan suara narasi sebagai pengganti teks panjang di layar. Teks di layar hanya digunakan untuk judul, label, atau poin singkat.
- Prinsip Multimedia: Peserta didik belajar lebih baik dari kata-kata dan gambar daripada dari kata-kata saja, ini adalah fondasi CTML. Contoh penerapan: Gunakan kombinasi visual (gambar, animasi, video) untuk menarik perhatian dan meningkatkan pemahaman peserta didik yang relevan dengan materi, terutama untuk materi yang bersifat konseptual atau prosedural
- Prinsip Personalisasi: Peserta didik belajar lebih baik ketika presentasi multimedia disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan mereka. Contoh penerapan: Gunakan narasi/suara dalam bentuk suara manusia daripada suara mesin, astikan suara jelas dan mudah dipahami. Gunakan sapaan seperti "Mari kita lihat" dan intonasi yang ramah dalam narasi, hindari bahasa yang terlalu akademik atau kaku.