Nama : Reni Dwi Rahayu
NIM : 230121600284
Universitas Negeri Malang
- Koherensi: Prinsip ini menekankan agar materi hanya berisi informasi yang relevan. Gambar, suara, atau teks yang tidak mendukung isi pembelajaran sebaiknya dihilangkan. Contohnya, dalam video fotosintesis cukup tampilkan prosesnya tanpa musik atau animasi berlebihan agar fokus siswa tidak terpecah.
- Signaling: Prinsip ini membantu siswa mengenali informasi penting melalui penanda seperti warna, garis, atau panah. Misalnya, guru bisa menyoroti kata kunci atau memberi tanda panah pada bagian penting dalam diagram untuk menarik perhatian siswa.
- Redundansi: Jangan menampilkan teks panjang bersamaan dengan narasi yang sama karena membuat siswa sulit fokus. Lebih baik gunakan narasi lisan dengan poin-poin singkat di layar agar pembelajaran lebih efektif dan tidak membingungkan.
- Spasial Kontiguity: Informasi yang saling berkaitan harus diletakkan berdekatan agar mudah dipahami. Contohnya, teks penjelasan tentang fungsi lambung sebaiknya ditempatkan di dekat gambar lambung, bukan di bagian terpisah.
- Segmentasi: Materi perlu dibagi menjadi beberapa bagian kecil agar lebih mudah dicerna. Misalnya, video pembelajaran bisa dibagi menjadi segmen pengertian, proses, dan kesimpulan agar siswa tidak kewalahan menerima banyak informasi sekaligus.
- Modality: Penyajian dengan kombinasi gambar dan narasi lisan lebih efektif daripada gambar dan teks. Contohnya, saat menjelaskan tata surya, guru bisa menggunakan suara penjelasan sambil menampilkan animasi planet yang berputar.
- Multimedia: Siswa belajar lebih baik jika materi disampaikan dengan gabungan teks, gambar, dan suara dibanding hanya teks saja. Misalnya, pembelajaran tentang struktur sel akan lebih menarik dengan gambar dan narasi pendukung.
- Personalisasi: Gunakan bahasa yang akrab dan bersahabat agar siswa merasa lebih dekat dengan materi. Misalnya, daripada kalimat formal, guru bisa berkata, “Yuk, kita bayangkan bagaimana molekul ini bergerak lewat dinding sel.”