Nama : Aulia Nurun Aini Qolbu
NIM : 230121609761
1. Koherensi
Prinsip ini menekankan bahwa pembelajaran akan lebih efektif jika hanya memuat informasi yang relevan dengan tujuan utama. Elemen-elemen yang tidak mendukung isi (seperti gambar, teks, atau suara tambahan) sebaiknya dihilangkan agar tidak menambah beban kognitif.
a. Pengaplikasian
Ketika membuat presentasi interaktif, hindari penggunaan efek suara, stiker lucu, atau ilustrasi yang tidak berhubungan dengan topik (misalnya animasi kucing saat menjelaskan konsep matematika).
2. Signaling
Pembelajaran menjadi lebih efektif jika ada penanda visual atau verbal yang menunjukkan bagian penting dari informasi yang dipelajari.
a. Pengaplikasian
Gunakan warna kontras, ikon, atau garis tebal untuk menyoroti kata kunci penting, misalnya menyoroti “penyebab revolusi industri” pada slide sejarah agar siswa lebih fokus.
3. Redundancy
Menghindari penyajian narasi suara dan teks yang sama persis secara bersamaan dapat membantu siswa memahami lebih baik, karena tidak terjadi tumpang tindih pada saluran verbal.
a. Pengaplikasian
Jika sudah ada narasi yang menjelaskan langkah-langkah membuat grafik, cukup tampilkan poin-poin kunci di layar, bukan teks panjang yang sama dengan narasinya.
4. Spatial Contiguity
Informasi yang saling berkaitan harus ditempatkan berdekatan agar mudah dipahami dan tidak menimbulkan kebingungan.
a. Pengaplikasian
Letakkan label atau keterangan teks di dekat bagian diagram yang dijelaskan, seperti label “judul”, “sumbu X”, dan “sumbu Y” langsung pada grafik, bukan terpisah di bawahnya.
5. Temporal Contiguity
Penjelasan (baik dalam bentuk suara maupun teks) dan elemen visual yang berhubungan harus disajikan bersamaan waktunya.
a. Pengaplikasian
Saat menampilkan animasi pergerakan bola dalam pelajaran fisika, sertakan narasi atau teks penjelasan pada saat yang sama, bukan setelah animasi selesai.
6. Segmentasi
Materi yang kompleks lebih mudah dipahami jika dibagi menjadi beberapa bagian atau segmen kecil yang bisa dikendalikan pembelajar.
a. Pengaplikasian
Bagi materi e-learning menjadi beberapa modul pendek seperti Pendahuluan → Penjelasan Konsep → Studi Kasus → Evaluasi, agar siswa bisa memahami secara bertahap.
7. Modality
Pembelajar lebih mudah memahami materi jika informasi disampaikan melalui kombinasi gambar dan narasi suara, bukan gambar dan teks tertulis.
a. Pengaplikasian
Dalam modul interaktif, tampilkan ilustrasi sambil menggunakan narasi audio untuk menjelaskan isi gambar, bukan teks panjang di layar.
8. Multimedia
Orang belajar lebih efektif dari kombinasi teks dan gambar dibanding hanya teks saja. Visual membantu membangun pemahaman yang lebih konkret.
a. Pengaplikasian
-
Sertakan gambar, infografik, atau video yang mendukung teks penjelasan dalam materi digital.
-
Misalnya, saat menjelaskan “proses pembuatan batik”, tampilkan video atau gambar langkah-langkahnya sambil disertai narasi ringkas.
-
Hindari materi penuh teks tanpa visual karena dapat menurunkan minat belajar.
9. Personalisasi
Gunakan gaya bahasa percakapan agar pembelajaran terasa lebih alami, dekat, dan mudah dipahami oleh siswa.
a. Pengaplikasian
Gunakan kalimat seperti, “Yuk, kita coba pahami bagaimana cara kerja alat ini!” daripada “Perhatikan mekanisme alat berikut.”