Global searching is not enabled.
Skip to main content
Forum

Diskusi 4

Tugas ptm 4_Prinsip mayer

Tugas ptm 4_Prinsip mayer

by ADINDA JUWITA TRI HAPSARI - Number of replies: 0

Adinda Juwita Tri Hapsari

230121609240

Universitas Negeri Malang

 

Pengaplikasian Prinsip Multimedia menurut Mayer 

1. Prinsip Koherensi

Pembelajar akan belajar lebih baik ketika materi yang tidak relevan seperti gambar, suara, atau teks tambahan yang tidak mendukung tujuan pembelajaran dihilangkan. Terlalu banyak elemen bisa membingungkan atau mengalihkan perhatian. Contonhnya : Dalam video pelatihan etika bermedia sosial, hindari menambahkan musik latar keras atau gambar yang tidak berhubungan dengan topik. Gunakan hanya ilustrasi yang memperjelas isi, seperti contoh unggahan yang sopan vs. tidak sopan.

 

2. Prinsip Signaling

Pembelajaran meningkat ketika petunjuk visual atau verbal digunakan untuk menyoroti informasi penting. Contohnya : Gunakan highlight warna, panah, atau garis bawah pada kata kunci dalam slide presentasi. Misalnya, beri warna merah pada istilah “hoaks” saat menjelaskan perbedaannya dengan “disinformasi”.

 

3. Prinsip Redundansi

Peserta belajar lebih baik dari gambar dan narasi audio dibandingkan gambar, narasi audio, dan teks tertulis yang sama secara bersamaan. Terlalu banyak teks bisa membebani memori kerja. Contohnya: Dalam video pembelajaran, sebaiknya gunakan narasi suara yang menjelaskan gambar atau diagram, tanpa menampilkan teks panjang yang sama di layar. Gunakan teks hanya untuk kata kunci singkat.

 4. Prinsip Spasial Kontiguity

Pembelajaran meningkat ketika teks dan gambar terkait ditempatkan berdekatan, bukan terpisah di bagian layar yang jauh. Contohnya: Jika menampilkan diagram etika digital, letakkan keterangan langsung di dekat bagian gambar yang dijelaskan, bukan di sisi bawah atau halaman terpisah.

 

5. Prinsip Temporal Kontiguity

Pembelajaran lebih baik ketika kata (narasi) dan gambar disajikan secara bersamaan, bukan bergantian. Contohnya: Saat menjelaskan proses “cara memverifikasi berita”, tampilkan narasi suara bersamaan dengan animasi langkah-langkah verifikasi, bukan setelah animasi selesai.

 

6. Prinsip Segmentasi

Pembelajaran lebih efektif jika materi kompleks dibagi menjadi bagian-bagian kecil (segmen) yang dapat dikontrol oleh peserta. Contohnya: Dalam modul pelatihan, pecah video panjang menjadi beberapa segmen seperti:

  1. Pengantar Etika Bermedia
  2. Jenis Pelanggaran Etika
  3. Studi Kasus dan Solusi

Tambahkan tombol “Lanjut” agar peserta bisa belajar sesuai kecepatan mereka.

7. Prinsip Modality

Peserta belajar lebih baik dari gambar dan narasi audio daripada gambar dan teks tertulis, karena memanfaatkan dua saluran pemrosesan (visual dan auditori) secara optimal. Contohnya: Dalam media interaktif, gunakan penjelasan suara (audio) untuk mendeskripsikan infografik tentang “cara mengenali konten negatif”, bukan menuliskan semua penjelasan di layar.

 

8.  Prinsip Multimedia

Peserta belajar lebih baik dari teks dan gambar dibandingkan hanya teks saja, karena gambar membantu membangun representasi mental yang lebih kuat. Contohnya: Saat menjelaskan dampak cyberbullying, tampilkan diagram alur atau ilustrasi situasi di samping teks penjelasan agar peserta lebih memahami hubungan sebab-akibat.

 

9. Prinsip Personalisasi

Pembelajaran meningkat ketika gaya bahasa yang digunakan bersifat percakapan (personal), bukan formal dan kaku. Contohnya: Gunakan bahasa seperti, “Sekarang coba kamu bayangkan jika hal itu terjadi di akunmu…” alih-alih “Peserta diharapkan memahami dampak perilaku tersebut.”
Nada yang ramah membuat peserta merasa lebih terlibat.