Global searching is not enabled.
Skip to main content
Forum

Diskusi 4

Tugas Diskusi 4

Tugas Diskusi 4

by INES EKAWATI - Number of replies: 0

Nama : Ines Ekawati 
Universitas Negeri Malang

1. Koherensi (Coherence Principle)

Prinsip ini menekankan pentingnya menjaga materi tetap fokus pada tujuan pembelajaran. Informasi tambahan yang tidak relevan justru mengganggu proses berpikir siswa dan menambah beban kognitif.
a. Pengaplikasian:
Dalam pembuatan video edukasi, hindari memasukkan musik latar yang tidak mendukung, animasi berlebihan, atau gambar dekoratif yang tidak berhubungan dengan isi pelajaran.


2. Signaling (Prinsip Penekanan / Isyarat)

Pembelajaran menjadi lebih efektif ketika informasi penting diberikan tanda khusus agar mudah dikenali oleh siswa.
a. Pengaplikasian:
Gunakan warna berbeda, simbol panah, atau efek highlight untuk menandai bagian penting seperti rumus atau definisi utama pada slide matematika atau sains.


3. Redundansi (Prinsip Pengulangan Berlebih)

Penyajian teks dan narasi yang sama secara bersamaan dapat membingungkan siswa karena kedua saluran verbal bekerja bersamaan.
a. Pengaplikasian:
Saat guru menjelaskan lewat narasi audio, tampilkan ringkasan poin-poin penting saja di layar, bukan teks panjang yang sama dengan suara.


4. Spatial Contiguity (Kedekatan Spasial)

Teks dan gambar yang berhubungan sebaiknya ditempatkan berdekatan agar siswa dapat memahami hubungan antar elemen dengan cepat.
a. Pengaplikasian:
Dalam infografis sistem pernapasan, tempatkan label seperti “paru-paru”, “trakea”, dan “bronkus” langsung di dekat bagian tubuh yang ditunjukkan.


5. Temporal Contiguity (Kedekatan Waktu)

Visual dan narasi sebaiknya disajikan pada waktu yang sama agar siswa dapat menghubungkan keduanya secara langsung.
a. Pengaplikasian:
Ketika animasi menunjukkan aliran darah di jantung, sertakan narasi yang menjelaskan arah aliran pada saat yang bersamaan, bukan setelahnya.


6. Segmentasi (Segmenting Principle)

Materi yang disajikan dalam bagian-bagian kecil akan memudahkan siswa memproses informasi secara bertahap.
a. Pengaplikasian:
Bagi video pembelajaran menjadi beberapa segmen, misalnya: pengantar → penjelasan → latihan → refleksi, sehingga siswa dapat belajar sesuai kecepatan mereka.


7. Modality (Prinsip Modalitas)

Menggabungkan gambar dan narasi audio lebih efektif dibandingkan gambar dan teks, karena memanfaatkan dua saluran kognitif berbeda.
a. Pengaplikasian:
Dalam simulasi interaktif, gunakan suara untuk menjelaskan langkah-langkah praktikum sambil menampilkan ilustrasi visual.


8. Multimedia (Prinsip Multimedia)

Kombinasi antara teks dan visual membantu siswa membangun pemahaman yang lebih konkret dibanding hanya teks saja.
a. Pengaplikasian:
Saat menjelaskan “siklus air”, tampilkan gambar proses penguapan, kondensasi, dan hujan dengan penjelasan singkat di sampingnya.


9. Personalisasi (Prinsip Personalisasi)

Penggunaan bahasa yang bersifat percakapan membantu menciptakan kedekatan dan meningkatkan motivasi belajar siswa.
a. Pengaplikasian:
Gunakan kalimat yang ramah seperti, “Sekarang kita coba lihat apa yang terjadi kalau air dipanaskan, ya!” daripada kalimat kaku seperti “Perhatikan proses pemanasan air berikut.”