Global searching is not enabled.
Skip to main content
Forum

Diskusi 4

tugas pertemuan ke 4 prinsip2 multimedia menurut mayer

tugas pertemuan ke 4 prinsip2 multimedia menurut mayer

by MUHAMMAD SAHRIAL AZMI - Number of replies: 0

1.Prinsip Koherensi (Coherence Principle)

 

Deskripsi:

Orang belajar lebih baik jika materi pembelajaran tidak memuat informasi yang tidak relevan seperti suara, gambar, atau teks tambahan yang tidak mendukung tujuan pembelajaran.

 

Pengaplikasian:

 

Saat membuat video pembelajaran, hindari musik latar yang berlebihan atau animasi yang tidak penting.

 

Contoh: Dalam video penjelasan tentang sistem pencernaan, cukup tampilkan organ-organ utama dan narasi penjelasan — jangan tambahkan efek suara hewan atau gambar lucu yang tidak berhubungan.

 

2. Prinsip Penandaan (Signaling Principle)

 

Deskripsi:

Orang belajar lebih baik jika diberi petunjuk (isyarat) tentang bagian penting dari materi — misalnya dengan menyorot, memberi tanda panah, atau menekankan kata penting.

 

Pengaplikasian:

 

Gunakan highlight atau panah untuk menandai langkah penting dalam diagram proses fotosintesis.

 

Dalam slide PowerPoint, gunakan warna kontras atau animasi sederhana untuk menarik perhatian pada poin utama.

 

3. Prinsip Redundansi (Redundancy Principle)

 

Deskripsi:

Orang belajar lebih baik dari gambar dan narasi suara daripada dari gambar, narasi suara, dan teks tertulis yang sama secara bersamaan. Terlalu banyak informasi yang sama justru membingungkan.

 

Pengaplikasian:

 

Jika sudah ada penjelasan suara, jangan tuliskan teks yang sama persis di layar — cukup tampilkan poin kunci atau kata kunci.

 

Misal: dalam video narasi tentang daur air, cukup tampilkan gambar dan narasi tanpa menuliskan semua kalimat di layar.

 

4. Prinsip Kedekatan Spasial (Spatial Contiguity Principle)

 

Deskripsi:

Orang belajar lebih baik jika teks dan gambar yang saling berhubungan ditempatkan berdekatan daripada terpisah jauh di layar.

 

Pengaplikasian:

 

Dalam infografik tentang anatomi tubuh, letakkan label nama organ di dekat gambar organ tersebut, bukan di sisi lain layar.

 

Dalam slide pembelajaran, teks penjelas diletakkan dekat dengan diagram, bukan di bawah atau di slide terpisah.

 

5. Prinsip Segmentasi (Segmenting Principle)

 

Deskripsi:

Orang belajar lebih baik jika materi multimedia disajikan dalam bagian-bagian kecil (segmen) daripada dalam satu alur panjang tanpa jeda.

 

Pengaplikasian:

 

Buat video pembelajaran menjadi beberapa bagian pendek (misalnya: pengantar, proses, contoh, latihan).

 

Dalam PowerPoint, gunakan slide terpisah untuk setiap subtopik, agar peserta bisa memahami satu konsep sebelum lanjut ke berikutnya.

 

6. Prinsip Modalitas (Modality Principle)

 

Deskripsi:

Orang belajar lebih baik dari gambar dan narasi suara daripada dari gambar dan teks tertulis. Kombinasi audio dan visual lebih efektif karena membagi beban kognitif antara saluran pendengaran dan penglihatan.

 

Pengaplikasian:

 

Saat menjelaskan diagram sistem pernapasan, gunakan penjelasan suara (narasi) bersamaan dengan gambar, bukan teks panjang di layar.

 

Dalam pembelajaran daring, rekam suara guru menjelaskan sambil menampilkan ilustrasi visual.

 

7. Prinsip Multimedia (Multimedia Principle)

 

Deskripsi:

Orang belajar lebih baik dari kata-kata dan gambar daripada hanya dari kata-kata saja. Visual membantu memahami konsep abstrak.

 

Pengaplikasian:

 

Gunakan gambar, bagan, atau animasi untuk mendukung teks penjelasan.

 

Contoh: Dalam menjelaskan siklus air, tampilkan diagram alur (evaporasi, kondensasi, presipitasi) bersamaan dengan teks atau narasi penjelas.

 

8. Prinsip Personalisasi (Personalization Principle)

 

Deskripsi:

Orang belajar lebih baik dari gaya penyampaian yang bersifat percakapan (personal) dibanding gaya formal yang kaku. Bahasa yang akrab meningkatkan keterlibatan dan pemahaman.

 

Pengaplikasian:

 

Gunakan kata sapaan seperti “mari kita lihat…” atau “perhatikan bagian ini, ya” dalam video pembelajaran.

 

Guru bisa menggunakan suara dan gaya bicara yang hangat seolah sedang berbicara langsung dengan peserta didik.